Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala Badan Pengelola InvestasibDanantara Rosan Roeslani untuk buka data investasi secara terbuka kepada publik. Instruksi ini disampaikan sebagai upaya agar berbagai data positif terkait perkembangan investasi dapat diakses publik.

Instruksi tersebut tercatat pada 14 Juni 2026 dan menegaskan agar informasi mengenai capaian investasi yang dinilai positif disampaikan secara terbuka. Permintaan keterbukaan ini diarahkan khususnya kepada Rosan Roeslani yang memegang posisi terkait pengelolaan investasi.
Buka data investasi: instruksi Prabowo kepada Rosan
Langkah Presiden meminta agar data positif investasi dipublikasikan menekankan pentingnya keterbukaan informasi dalam konteks pengelolaan investasi. Permintaan ini bersifat perintah langsung kepada pejabat terkait untuk menyampaikan data yang menggambarkan perkembangan investasi dengan jelas kepada masyarakat.
Dalam instruksi tersebut, posisi Rosan Roeslani disebut secara spesifik sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi, Kepala BKPM, serta Kepala Badan Pengelola InvestasibDanantara. Dengan menyasar pejabat yang memegang peran penting dalam urusan investasi, instruksi ini menempatkan tanggung jawab penyampaian data pada satu pihak yang disebutkan.
Makna keterbukaan data bagi publik
Keterbukaan data investasi yang diminta berkaitan dengan kebutuhan publik untuk memperoleh gambaran tentang perkembangan ekonomi dan iklim investasi. Memperlihatkan data positif kepada publik dapat menjadi bagian dari upaya transparansi pemerintahan dalam menunjukkan capaian yang dinilai relevan bagi investor, pelaku usaha, dan masyarakat umum.
Permintaan agar data disampaikan secara terbuka juga dapat dipandang sebagai langkah memperkuat akuntabilitas pengelolaan investasi. Ketika informasi disajikan kepada publik, pemangku kepentingan memiliki akses untuk memahami tren maupun perkembangan yang dipandang positif oleh pemerintah.
Bentuk dan cakupan publikasi data investasi
Instruksi yang diberikan tidak merinci format atau mekanisme publikasi data, namun menekankan agar informasi terkait capaian positif dipublikasikan. Publikasi bisa mencakup penyajian ringkasan capaian, paparan perkembangan terbaru, atau dokumentasi yang relevan—namun rincian seperti itu tidak diuraikan dalam instruksi yang dilaporkan.
Karena sumber perintah menyebut pejabat terkait secara spesifik, langkah teknis terkait pengumpulan, verifikasi, dan publikasi data menjadi bagian dari tugas pejabat tersebut. Publik nantinya dapat menantikan informasi lebih lanjut dari instansi yang bertanggung jawab mengenai bentuk dan waktu publikasi data.
Respon yang mungkin muncul dan pengaruhnya
Instruksi terbuka untuk publikasi data investasi berpotensi memicu beragam respons dari pemangku kepentingan. Investor dan pelaku usaha mungkin menilai keterbukaan informasi sebagai sinyal yang membantu pengambilan keputusan, sedangkan publik luas dapat menggunakan data tersebut untuk menilai dinamika ekonomi yang diberitakan sebagai positif.
Sementara itu, pengelola data di lingkup yang disebutkan akan menghadapi tanggung jawab untuk memastikan informasi yang dipublikasikan dapat dipertanggungjawabkan dan mudah diakses. Instruksi Presiden sebagaimana dilaporkan merupakan satu langkah administratif yang menegaskan pentingnya transparansi mengenai capaian investasi.
Informasi lebih lanjut mengenai bentuk, jadwal, dan isi publikasi data investasi akan sangat bergantung pada langkah-langkah operasional yang diambil oleh pejabat yang diminta dalam instruksi tersebut. Publik diharapkan mengikuti perkembangan pengumuman resmi dari pihak berwenang terkait penyampaian data investasi.
