Zei Wei Jian atau yang bernama asli Lie Suratno dikabarkan meninggal dunia pada Minggu pagi, 21 Juni 2026, setelah sempat menjalani perawatan di rumah sakit. Kabar duka tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad.

Menurut pengumuman yang disampaikan Dasco melalui akun Instagram resminya, jenazah Lie Suratno disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit, Jakarta Utara. Informasi resmi mengenai penyebab perawatan atau kondisi kesehatan sebelum meninggal belum dijelaskan lebih rinci dalam pengumuman itu.
Kabar duka dari tubuh Partai Gerindra
Pengumuman wafatnya Lie Suratno disampaikan dalam kapasitas Sufmi Dasco Ahmad sebagai Wakil Ketua DPR RI dan ketua harian DPP Partai Gerindra. Dalam unggahan tersebut, Dasco memberi tahu publik mengenai meninggalnya kader partai yang dikenal luas oleh kalangan internal. Pernyataan itu menjadi sumber informasi utama bagi publik terkait kabar duka yang menyelimuti lingkungan partai pada hari Minggu tersebut.
Zei Wei Jian: identitas dan julukan
Almarhum dikenal dengan beberapa nama: Lie Suratno, Zei Wei Jian, dan juga sempat disebut Ken Ken. Nama-nama tersebut digunakan dalam berbagai lingkup pergaulan dan aktivitasnya. Dalam keterangan yang beredar, Lie Suratno disebut sebagai kader Partai Gerindra yang dikenal sebagai pendukung setia Presiden Prabowo Subianto. Citra ini membuat namanya mudah dikenali di antara simpatisan dan kader partai.
Perawatan di rumah sakit dan pengumuman resmi
Sumber resmi yang mengumumkan wafatnya Lie Suratno menyatakan bahwa almarhum sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya meninggal dunia pada Minggu pagi, 21 Juni 2026. Rincian mengenai jenis perawatan, lama perawatan, atau diagnosis medis tidak tercantum dalam pengumuman yang disampaikan. Pernyataan resmi yang dipublikasikan lewat akun Instagram Sufmi Dasco Ahmad menjadi rujukan utama terkait kronologi singkat hingga pengumuman kematian.
Persemayaman di Rumah Duka Grand Heaven Pluit
Dasco menyebutkan bahwa almarhum disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit yang berlokasi di Jakarta Utara. Keterangan tersebut memberi informasi tempat persemayaman, namun detail mengenai waktu kunjungan, tata cara pemakaman, atau rencana upacara tidak diuraikan dalam pengumuman awal. Rumah duka menjadi lokasi publik pertama di mana pihak keluarga dan pihak terkait dapat menempatkan jenazah sebelum langkah berikutnya diambil.
Peran almarhum dalam lingkungan partai
Dalam pengumuman yang beredar, Lie Suratno diidentifikasi sebagai salah satu kader partai yang memiliki kedekatan politik, khususnya sebagai pendukung Presiden Prabowo Subianto. Keterangan singkat itu menggambarkan posisi almarhum di dalam jaringan pendukung partai, meskipun tidak tersedia informasi rinci tentang jabatan formal atau aktivitas organisasi yang pernah dijalani. Nama dan julukannya tetap dikenang di lingkup yang mengenalnya melalui keterlibatan politik dan dukungan politik yang konsisten.
Hingga saat ini, informasi yang disampaikan kepada publik mengenai wafatnya Lie Suratno berasal dari pengumuman Sufmi Dasco Ahmad melalui akun Instagram resminya. Rincian tambahan, termasuk rencana pemakaman dan pernyataan keluarga, belum tersedia di pengumuman awal tersebut. Pihak-pihak terkait diharapkan akan memberikan penjelasan lebih lanjut apabila data dan jadwal resmi siap diumumkan.
Kabar kepergian Lie Suratno menjadi momen duka bagi pihak-pihak yang mengenal dan bekerja bersama almarhum, terutama dalam konteks aktivitas dan pergaulan politiknya. Informasi lebih lengkap akan mengikuti berdasarkan keterangan resmi dari pihak keluarga atau perwakilan partai yang bertanggung jawab menyampaikan rencana acara persemayaman dan pemakaman.
