lytia l910 - ilustrasi berita Sony luncurkan sensor Lytia L910 dengan kemampuan HDR satu tangkapan
Teknologi

Sony luncurkan sensor Lytia L910 dengan kemampuan HDR satu tangkapan

0 0
Read Time:2 Minute, 49 Second

Sony resmi memperkenalkan sensor kamera smartphone terbaru bernama Lytia L910. Sensor ini menjadi model pertama dalam seri LYTIA yang mengadopsi teknologi LOFIC (Lateral Overflow Integration Capacitor), yang dikembangkan untuk menangani tantangan pencahayaan pada fotografi ponsel.

lytia l910 - ilustrasi berita Sony luncurkan sensor Lytia L910 dengan kemampuan HDR satu tangkapan

Inovasi utama pada Lytia L910 adalah kemampuan merekam gambar rentang dinamik tinggi (HDR) hanya dengan satu tangkapan, yang merupakan langkah berbeda dibandingkan metode konvensional yang memerlukan gabungan beberapa frame. Sony juga menyebutkan adanya pengurangan hingar di kondisi cahaya rendah hingga 30 persen berkat penerapan LOFIC.

Teknologi LOFIC dan pengurangan overexposure

LOFIC, singkatan dari Lateral Overflow Integration Capacitor, dirancang untuk mengurangi efek terlebih dedah (overexposure) saat menghadapi kondisi pencahayaan terang. Dengan mekanisme ini, sensor dapat menahan lonjakan cahaya pada piksel tertentu sehingga menjaga detail di area yang seharusnya tetap terlihat.

Selain mengurangi overexposure, Sony menyoroti bahwa LOFIC turut membantu menekan tingkat noise pada situasi low-light hingga sekitar 30 persen. Kombinasi kemampuan ini memberi harapan bahwa hasil foto akan lebih seimbang antara area terang dan gelap tanpa kehilangan detail penting.

HDR satu tangkapan dan dukungan TCG-HDR

Salah satu klaim utama Lytia L910 adalah kemampuan menghasilkan gambar HDR hanya dalam satu tangkapan. Metode ini menjanjikan pengolahan gambar yang lebih cepat dan mengurangi artefak yang kerap muncul saat menggabungkan beberapa frame dengan eksposur berbeda.

Untuk mencapai rentang dinamik yang luas, Lytia L910 juga mendukung teknologi Triple Conversion Gain yang disebut TCG-HDR. Sony menyatakan sensor ini dapat mencapai tingkat HDR hingga 100 desibel (dB), sebuah angka yang menunjang kemampuan menangkap detail pada area sangat terang sekaligus sangat gelap dalam satu gambar.

Spesifikasi sensor dan kemampuan video

Dari sisi spesifikasi fisik, Lytia L910 hadir sebagai sensor berukuran 1/1.28 inci dengan resolusi 50 megapiksel. Ukuran sensor dan jumlah piksel ini menempatkannya dalam kategori yang umum digunakan untuk kamera utama ponsel flagship, di mana ketersediaan ruang dan performa optik menjadi pertimbangan utama.

Untuk kebutuhan video, Sony menyebut sensor tersebut mendukung format HDR pada resolusi 4K dengan laju hingga 60 bingkai per detik. Dukungan ini berarti perangkat yang mengadopsi Lytia L910 dapat merekam video berkualitas tinggi dengan rentang dinamik lebih luas, sesuai tren konten visual masa kini yang menuntut kualitas sinematik bahkan pada ponsel.

Ketersediaan dan perangkat yang diprediksi memakai sensor

Sony mengonfirmasi bahwa komponen Lytia L910 akan mulai disuplai ke para produsen perangkat pintar setelah musim panas tahun ini. Jadwal pasokan tersebut membuka kemungkinan masuknya sensor ini ke model-model unggulan yang meluncur dalam beberapa bulan mendatang.

Sejalan dengan pengumuman Sony, laporan industri memperkirakan Lytia L910 berpeluang digunakan pada perangkat flagship mendatang, termasuk seri ponsel seperti Vivo X500 dan Oppo Find X10. Namun, penggunaan pada model tertentu masih bergantung pada keputusan masing-masing produsen hingga pengumuman resmi mereka.

Potensi dampak bagi fotografi ponsel

Dengan kombinasi LOFIC dan TCG-HDR, Lytia L910 menawarkan pendekatan baru untuk mengatasi batasan dinamika dan noise pada kamera ponsel. Kemampuan HDR satu tangkapan khususnya dapat meningkatkan konsistensi hasil foto pada berbagai kondisi cahaya dan mengurangi kebutuhan pemrosesan komposit yang kompleks.

Sekalipun demikian, keefektifan teknologi ini dalam praktik akan terlihat setelah sensor mulai digunakan di perangkat nyata dan diuji oleh pengguna serta pengulas. Hingga saat itu, pengumuman Sony menandai langkah perkembangan lainnya dalam persaingan teknologi sensor kamera ponsel.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Anda mungkin juga suka...