Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung meminta dilakukannya investigasi resmi atas kegagalan tim nasional sepak bola di Piala Dunia 2026. Permintaan ini muncul setelah tim yang dikenal sebagai Taegeuk Warriors gagal melaju dari fase grup pada turnamen tersebut.

Korea Selatan tergabung di Grup A dan hanya mampu mengumpulkan satu kemenangan serta dua kekalahan. Hasil itu membuat negara tersebut finis di posisi ketiga grup dan tidak lolos ke babak berikutnya, memicu evaluasi menyeluruh dari pihak istana terhadap penyelenggaraan dan persiapan tim nasional.
Perjalanan Korea Selatan di Grup A
Dalam pertandingan fase grup, Korea Selatan meraih kemenangan tipis 2-1 atas Republik Ceko. Namun, kemenangan itu tidak diikuti dengan hasil positif pada dua laga berikutnya. Timnas kalah secara beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan, yang membuat torehan akhir mereka hanya tiga poin dari tiga pertandingan.
Kekalahan beruntun setelah kemenangan melawan Republik Ceko menunjukkan inkonsistensi performa di tengah kompetisi. Hasil ini menjadi faktor utama kegagalan Korea Selatan untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.
Posisi di klasemen dan konsekuensi
Torehan tiga poin tersebut tidak cukup bagi Korea Selatan untuk lolos lewat jalur peringkat tiga terbaik. Dalam perhitungan mini klasemen untuk tim-tim yang finis di posisi tiga, Korea Selatan menempati posisi ke-10 dari 12 negara.
Hanya delapan tim teratas dari mini klasemen itu yang berhak melaju ke babak berikutnya. Dengan berada di peringkat ke-10, Korea Selatan gagal memenuhi syarat tersebut dan dipaksa tersingkir lebih awal dari kompetisi internasional bergengsi ini.
Pengunduran diri pelatih timnas
Atas hasil yang mengecewakan tersebut, pelatih tim nasional Korea Selatan, Hong Myung-bo, mengajukan pengunduran diri. Keputusan mundur ini diumumkan sebagai tanggapan langsung atas kegagalan tim mencapai target di Piala Dunia.
Meskipun pengunduran diri pelatih adalah langkah signifikan, pihak istana menilai tindakan itu belum cukup untuk menjawab sejumlah pertanyaan terkait penyelenggaraan, strategi, dan pembinaan yang berjalan selama persiapan turnamen.
Permintaan investigasi oleh Presiden
Presiden Lee Jae-myung meminta Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk melakukan investigasi atas kegagalan timnas di Piala Dunia 2026. Permintaan ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi akar penyebab di balik hasil mengecewakan, termasuk aspek teknis, manajerial, dan pembinaan pemain.
Pernyataan presiden menegaskan bahwa pengunduran diri pelatih saja tidak menyelesaikan semua persoalan yang muncul. Dengan memerintahkan investigasi kementerian terkait, pemerintah menunjukkan keinginan untuk melakukan evaluasi menyeluruh yang dapat menghasilkan rekomendasi perbaikan ke depan.
Langkah Pemerintah meminta investigasi juga menandai tekanan publik dan harapan agar terdapat perubahan struktur atau kebijakan yang dapat memperkuat performa tim nasional pada kompetisi internasional berikutnya. Proses investigasi yang diminta diharapkan memberi gambaran jelas mengenai penyebab kegagalan dan langkah nyata yang perlu diambil oleh federasi, pelatih, serta pihak terkait lainnya.
Sampai saat ini, rincian lebih lanjut mengenai ruang lingkup investigasi, jadwal pelaksanaannya, atau pihak-pihak yang akan dimintai keterangan belum diumumkan secara resmi. Pemerintah dan kementerian terkait diharapkan memberikan pernyataan lanjutan setelah proses awal investigasi berjalan.
