Sorotan media sering menjadi sumber utama informasi dan inspirasi bagi orang tua masa kini. Sorotan media muncul dalam berbagai bentuk — liputan berita, artikel parenting, unggahan tokoh publik, hingga perdebatan di platform sosial — dan berperan membentuk cara orang tua memandang pengasuhan anak secara praktis dan normatif.

Dari perspektif psikologi, pengaruh itu bukan sekadar meniru apa yang terlihat, melainkan bekerja lewat beberapa mekanisme kognitif dan sosial. Memahami mekanisme ini membantu menjelaskan mengapa beberapa praktik parenting cepat menyebar menjadi tren, sedangkan yang lain cepat memudar.
Sorotan media dan perbandingan sosial
Perbandingan sosial adalah kecenderungan manusia untuk membandingkan diri atau perilaku dengan orang lain dalam lingkungan sosialnya. Ketika media menyorot satu gaya pengasuhan atau pilihan produk anak secara konsisten, orang tua cenderung menggunakannya sebagai titik acuan untuk menilai apakah cara mereka sendiri sudah “baik” atau perlu diperbaiki. Sorotan yang intens pada figur publik atau keluarga yang tampak berhasil membuat standar baru yang mudah dijadikan tolok ukur, sehingga praktik tertentu terlihat lebih umum daripada kenyataannya.
Akibatnya, orang tua yang melihat sorotan tersebut bisa merasa terdorong untuk menyesuaikan perilaku mereka demi menyamai standar yang ditampilkan—entah itu mengenai pola makan anak, rutinitas tidur, atau pendekatan pendidikan. Efek ini terutama kuat ketika figur yang disorot dianggap berhasil atau memiliki otoritas sosial.
Observational learning: meniru dari tampilan
Observational learning atau pembelajaran melalui pengamatan menjelaskan bagaimana orang tua belajar dan meniru perilaku tanpa perlu pengalaman langsung. Media yang menampilkan langkah-langkah konkret—misalnya demonstrasi metode pengasuhan, rutinitas harian, atau tips interaksi dengan anak—memberi contoh yang mudah diikuti. Orang tua yang menonton atau membaca materi semacam ini dapat mengadopsi langkah-langkah tersebut karena terlihat praktis dan teruji berdasarkan tampilan media.
Modeling semacam ini sering kali efektif karena menyuguhkan cara-cara yang tampak berhasil secara visual atau naratif. Namun, penggambaran yang disederhanakan di media kadang menghilangkan konteks penting, sehingga praktik yang ditiru belum tentu cocok untuk semua keluarga.
Availability heuristic: yang mudah diingat jadi utama
Availability heuristic adalah kecenderungan menilai frekuensi atau risiko suatu hal berdasarkan kemudahan mengingat contoh-contohnya. Jika media sering menyorot satu isu parenting—misalnya bahaya tertentu atau keberhasilan metode tertentu—contoh-contoh itu akan lebih mudah diingat oleh audiens. Akibatnya, orang tua mungkin mempersepsikan fenomena tersebut lebih umum atau lebih mendesak daripada kenyataannya.
Efek ini berarti sorotan media dapat mendistorsi prioritas orang tua; isu yang sering muncul di pemberitaan atau feed media sosial bisa memperoleh perhatian berlebih, sementara masalah penting lain yang kurang disorot jadi kurang diperhatikan.
Social proof dan normalisasi perilaku
Social proof merujuk pada kecenderungan mengikuti tindakan orang lain ketika seseorang tidak yakin apa yang harus dilakukan. Ketika media menampilkan banyak contoh orang tua yang menerapkan suatu pendekatan, perilaku tersebut mudah terima sebagai norma. Sorotan yang menampilkan komentar, jumlah like, atau testimoni juga memperkuat kesan bahwa praktek tertentu adalah pilihan yang diterima secara luas.
Penerimaan sosial yang tercermin melalui sorotan membantu mentransformasi pilihan individual menjadi tren. Bagi orang tua yang merasa ragu atau mencari legitimasi, social proof jadi petunjuk yang kuat untuk memutuskan langkah pengasuhan.
Efek kontroversi: perhatian meski bertentangan
Sorotan media juga kerap memanfaatkan kontroversi, karena konten yang memicu perdebatan cenderung menarik lebih banyak perhatian. Efek kontroversi ini bisa mendorong penyebaran ide—baik yang populer maupun yang dipertentangkan—karena konflik membuat topik lebih mudah diingat dan lebih sering dibahas. Bahkan praktik yang dipandang kontroversial dapat berubah menjadi tren jika mendapat cukup sorotan, diskusi, atau penjelasan yang menyertainya.
Namun, pengaruh dari kontroversi tidak selalu menyertakan evaluasi komprehensif atas manfaat atau risiko; sorotan yang sensasional dapat mempercepat adopsi praktik tanpa pemahaman penuh tentang konsekuensinya.
Memahami bagaimana sorotan media bekerja melalui mekanisme psikologis ini penting bagi orang tua dan pihak yang menyediakan informasi tentang parenting. Kesadaran terhadap cara media membentuk persepsi membantu membuat pilihan yang lebih reflektif: memilah informasi, mengecek konteks, dan menyesuaikan praktik dengan kebutuhan keluarga sendiri, bukan hanya mengikuti apa yang paling sering muncul di layar.
Baca juga berita lainnya:

