edrr 2026 - ilustrasi berita Menko PMK: EDRR 2026 Dorong Indonesia Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia
Nasional

Menko PMK: EDRR 2026 Dorong Indonesia Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia

0 0
Read Time:2 Minute, 41 Second

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa ajang pameran internasional Emergency Disaster Risk Reduction (EDRR) 2026 memiliki potensi besar untuk mendorong Indonesia menjadi pusat teknologi kebencanaan di tingkat dunia. Pernyataan itu menegaskan harapan bahwa penyelenggaraan EDRR dapat memperkuat posisi Indonesia di panggung global dalam hal inovasi dan solusi penanggulangan bencana.

edrr 2026 - ilustrasi berita Menko PMK: EDRR 2026 Dorong Indonesia Jadi Pusat Teknologi Kebencanaan Dunia

Menurut Pratikno, pameran internasional seperti EDRR memberikan peluang strategis untuk mempertemukan berbagai pihak — pemerintah, pelaku industri, lembaga penelitian, dan komunitas internasional — sehingga mendorong transfer teknologi, pengembangan kapasitas, serta kolaborasi yang lebih intensif dalam menghadapi risiko bencana.

EDRR 2026 sebagai platform teknologi kebencanaan

Pratikno menilai EDRR 2026 berfungsi sebagai platform bagi pengembang teknologi dan penyedia solusi kebencanaan untuk memamerkan produk dan layanan mereka kepada publik serta mitra dari berbagai negara. Ajang berskala internasional tersebut, menurutnya, menjadi kesempatan untuk menunjukkan kapabilitas teknologi lokal sekaligus membuka ruang dialog tentang kebutuhan nyata di lapangan.

Dengan hadirnya beragam solusi dari berbagai negara, pameran semacam ini dapat mempercepat adopsi teknologi baru yang relevan bagi penanganan bencana di Indonesia, termasuk alat deteksi dini, sistem komunikasi darurat, dan platform manajemen respons bencana. Pratikno menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktor domestik agar teknologi yang dihasilkan atau diadopsi sesuai dengan karakteristik risiko dan kapasitas penanganan di tingkat lokal.

Peluang untuk memperkuat kapasitas nasional

Salah satu potensi penting yang disorot adalah penguatan kapasitas nasional melalui kolaborasi. EDRR memberi ruang bagi pertukaran pengetahuan antara ahli, praktisi, dan pembuat kebijakan. Pertemuan dan diskusi yang terjadi di forum internasional dapat menjadi sumber pembelajaran untuk memperbaiki strategi mitigasi, kesiapsiagaan, dan respons terhadap bencana di dalam negeri.

Lebih jauh, partisipasi dalam pameran internasional membuka peluang bagi lembaga riset dan industri lokal untuk menjalin kemitraan dengan entitas global, baik dalam bentuk penelitian bersama, transfer teknologi, maupun pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan negara kepulauan seperti Indonesia. Pratikno menyatakan bahwa momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kompetensi dan daya saing di tingkat internasional.

Tantangan yang perlu diantisipasi

Walaupun menjanjikan, upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat teknologi kebencanaan dunia tidak lepas dari tantangan. Kesiapan infrastruktur, regulasi yang mendukung, kapasitas sumber daya manusia, serta kesesuaian teknologi dengan kondisi lokal menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan. Pratikno menekankan perlunya sinergi antara pemangku kepentingan untuk memastikan hasil dari ajang internasional dapat diterapkan secara efektif di lapangan.

Selain itu, adopsi teknologi baru juga membutuhkan kemampuan adaptasi dan pemeliharaan jangka panjang. Oleh karena itu, transfer pengetahuan dan pelatihan menjadi bagian penting agar teknologi yang dihadirkan tidak hanya menjadi alat pamer, tetapi benar-benar memberikan dampak bagi pengurangan risiko bencana di berbagai wilayah.

Harapan terhadap kolaborasi berkelanjutan

Pratikno berharap bahwa momentum EDRR 2026 tidak berhenti pada satu kali pertemuan, melainkan berlanjut menjadi kerja sama berkelanjutan antara pihak nasional dan internasional. Dengan membangun jejaring yang kuat, diharapkan Indonesia dapat terus meningkatkan kapabilitas pengelolaan risiko bencana dan menjadikan inovasi teknologi sebagai salah satu pilar utama dalam strategi kebencanaan nasional.

Pernyataan Menko PMK ini menegaskan komitmen untuk menjadikan penyelenggaraan pameran internasional sebagai peluang strategis bagi Indonesia. Langkah nyata yang terkoordinasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan mitra internasional dinilai menjadi kunci agar potensi yang diharapkan dapat direalisasikan secara berkelanjutan.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Anda mungkin juga suka...