Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal, menilai bahwa pengembangan industri baterai nasional tidak cukup hanya bergantung pada produksi komponen akhir. Menurutnya, upaya itu harus disertai langkah untuk memperluas rantai nilai mineral dalam negeri agar manfaat ekonomi dan kedaulatan industri dapat dirasakan lebih luas.

Faisal mengingatkan bahwa pengembangan industri baterai yang komprehensif harus melibatkan tahapan-tahapan yang menangani mineral dari hulu hingga hilir. Ia menekankan pentingnya penataan kebijakan dan investasi agar nilai tambah dari sumber daya mineral bisa tertangkap di dalam negeri.
Perluasan rantai nilai menurut pengamat
Dalam penilaiannya, perluasan rantai nilai mineral menjadi prasyarat bagi pengembangan industri baterai yang berkelanjutan. Faisal mengatakan bahwa tanpa keberlanjutan rantai nilai tersebut, potensi keuntungan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja dari industri baru ini akan terbatasi. Ia menggarisbawahi bahwa arah kebijakan yang hanya berfokus pada satu segmen produksi dapat membuat negara kehilangan peluang untuk memproses dan memanfaatkan mineral secara optimal.
Dampak ekonomi yang diharapkan
Faisal menilai bahwa penguatan rantai nilai nasional berpotensi meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan memperbesar kontribusi nilai tambah pada produk akhir. Dengan adanya pengolahan dan rantai produksi yang lebih panjang di dalam negeri, manfaat ekonomi diyakini bisa tersebar lebih merata, sekaligus meningkatkan kemampuan industri nasional untuk bersaing.
Tantangan yang perlu diatasi
Menurut Faisal, langkah memperluas rantai nilai tidak datang tanpa tantangan. Ia menyoroti kebutuhan akan koordinasi kebijakan, kesiapan infrastruktur, serta investasi yang memadai untuk mendorong hilirisasi mineral. Selain itu, faktor kapasitas industri dan keterampilan manusia menjadi bagian dari hambatan yang harus ditangani agar proses hilirisasi berjalan efektif.
Peningkatan nilai tambah dan kedaulatan industri
Faisal menekankan bahwa tujuan memperluas rantai nilai bukan sekadar meningkatkan output industri baterai, tetapi juga memperkuat kedaulatan ekonomi. Menurutnya, pengelolaan mineral yang mampu menghasilkan produk bernilai tinggi di dalam negeri akan mengurangi ketergantungan pada impor komponen dan meningkatkan posisi tawar industri nasional di pasar internasional.
Peran kebijakan dan investasi
Di samping aspek teknis dan industri, Faisal menyebutkan peran penting kebijakan dan investasi untuk mewujudkan rantai nilai yang lebih panjang. Ia menilai bahwa sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi kunci untuk memfasilitasi transformasi sektor mineral menuju industri baterai yang menghasilkan nilai tambah domestik.
Secara keseluruhan, penilaian Mohammad Faisal menyoroti bahwa pengembangan industri baterai di dalam negeri akan lebih bermakna bila disertai strategi memperluas rantai nilai mineral nasional. Tanpa langkah-langkah tersebut, potensi ekonomi dari sumber daya mineral berisiko tidak termanfaatkan secara optimal.
